Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

PEMIMPIN

*Kekhawatiran Nabi Terhadap Pemimpin yang Bodoh dan Lainnya* عن عوف بن مالك رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أَخَافُ عَلَيْكُمْ سِتًّا : إِمَارَةَ السُّفَهَاءِ وَ سَفْكَ الدَّمِ وَ بَيْعَ الْحُكْمِ وَ قَطِيْعَةَ الرَّحْمِ وَ نَشْوًا يَتَّخِذُوْنَ الْقُرْآنَ مَزَامِيْرَ وَ كَثْرَةَ الشُّرَطِ Dari Auf bin Malik rodhiAllahu anhu berkata Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda: *"Aku khawatir atas kalian enam perkara: imarah sufaha (orang-orang yang bodoh menjadi pemimpin), menumpahkan darah, jual beli hukum, memutuskan silaturahim, anak-anak muda yang menjadikan Alquran sebagai seruling-seruling, dan banyaknya algojo (yang zalim)"* (HR. ath Thabrani dalam Al Mu’jamul Kabiir 18/57 no 105) Pelajaran yang terdapat di dalam hadits: 1- *Yang dimaksud dengan imarah sufaha adalah para pemimpin yang memimpin umat Islam tidak menggunakan sunnah Rasul dan Syariat Islam.* Dari Jabir bin Abdillah (ia berkata): "Sesungguhnya Rasulullah –shallallah...

AMANAH

*ONE  DAY  ONE  HADIST* Rabu, 19 Februari 2020 / 25 Jumadil Akhir 1441 *Keutamaan Amanat* وعن أَبي موسى الأشعري - رضي الله عنه - ، عن النَّبيّ - صلى الله عليه وسلم - ، أنَّه قَالَ : (( الخَازِنُ المُسْلِمُ الأمِينُ الَّذِي ينفذُ مَا أُمِرَ بِهِ فيُعْطيهِ كَامِلاً مُوَفَّراً طَيِّبَةً بِهِ نَفْسُهُ فَيَدْفَعُهُ إِلَى الَّذِي أُمِرَ لَهُ بِهِ ، أحَدُ المُتَصَدِّقين )) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ Dan dari Abi Musa Al-Asy’ariy –rad}iyallah ‘anhu- , dari Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam- , bahwasanya beliau bersabda: *“Seorang Muslim yang menjadi penyimpan (bendaharawan) yang dapat dipercaya dimana ia melaksanakan apa yang diperintahkan dan memberi apa yang harus diberikannya dengan sempurna dan senang hati serta dia memberikannya kepada siapa yang diperintahkannya maka ia termasuk salah seorang yang bersedekah”.* (Muttafaqun ‘Alaih) [3] Pelajaran yang terdapat dalam hadits: 1- *Makna hadis ini adalah bahwasanya orang yang ikut andil dalam melakukan (merealisakan) ketaatan...

JANJI ALLAH KEPADA ORANG YANG MENGENDALIKAN AMARAH

Menahan amarah sifat orang yang taqwa. الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. [Surat Ali 'Imran 134] Sifat marah Sudah menjadi tabi'at manusia, karena Allah SWT menciptakan manusia diberi sifat taqwa dan juga fujur. Disinilah manusia harus bisa memilih apakah akan menjadi taqwa sehingga selamat hidupnya, ataukah mengambil jalan fujur /fasik sehingga dia akan rugi. Sifat-sifat fujur antara lain: maksiat, suka marah, menuruti hawa nafsu dll. Pembahasan kita kali ini adalah apa saja yang akan  Allah berikan kepada orang-orang yang bisa mengendalikan nafsu amarah. Dalam hadits Rasulullah berdabda : عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّ...